Curli, Kuliner Tradisional Kalianget yang Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Jajanan Modern
- Mohammad -
- 23 Jul, 2026
Kue cucur sendiri merupakan salah satu jajanan tradisional yang telah lama menjadi bagian dari kekayaan kuliner Sumenep. Hingga kini, makanan tersebut masih mudah dijumpai di sejumlah sudut Kecamatan Kalianget dan tetap menjadi pilihan masyarakat sebagai camilan maupun hidangan khas saat berkumpul bersama keluarga.
Salah satu pelaku usaha yang masih konsisten mempertahankan kuliner tradisional tersebut adalah Resti. Perempuan muda itu melanjutkan usaha keluarganya sebagai generasi kedua setelah orang tuanya merintis penjualan Curli selama bertahun-tahun.
Bagi Resti, meneruskan usaha keluarga bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga bentuk tanggung jawab untuk menjaga warisan kuliner daerah agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
"Saya tidak pernah malu berjualan Curli. Justru saya bangga bisa meneruskan usaha orang tua agar makanan tradisional ini tetap dikenal dan dinikmati masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, Curli memiliki pelanggan dari berbagai kalangan. Selain masyarakat yang ingin mengenang cita rasa masa kecil, banyak pula anak-anak dan generasi muda yang mulai tertarik mencicipi jajanan tradisional khas Madura tersebut.
"Alhamdulillah sampai sekarang masih banyak yang mencari Curli. Rasanya yang manis dari gula aren dan tekstur cucurnya yang lembut menjadi alasan pelanggan terus membeli," katanya.
Resti mengaku mempertahankan usaha kuliner tradisional di tengah persaingan makanan modern memang bukan perkara mudah. Namun, kualitas rasa dan penggunaan bahan-bahan alami menjadi keunggulan yang membuat Curli tetap memiliki tempat di hati para pelanggan.
Ia juga berharap semakin banyak anak muda yang tertarik melanjutkan usaha kuliner tradisional agar makanan khas daerah tetap lestari dan mampu bersaing dengan produk-produk modern.
"Saya berharap ada generasi muda lain yang mau meneruskan usaha makanan tradisional. Kalau tidak dijaga bersama, lama-lama kuliner seperti ini bisa hilang," tuturnya.
Keberadaan Curli di Kalianget menjadi bukti bahwa kuliner tradisional masih memiliki daya tarik yang kuat. Di tengah perubahan gaya hidup masyarakat dan pesatnya perkembangan industri kuliner modern, makanan warisan leluhur tetap mampu bertahan karena menawarkan cita rasa autentik yang sulit tergantikan.
Lebih dari sekadar camilan, Curli menjadi bagian dari identitas budaya kuliner Sumenep. Keberlanjutan usaha yang dijalankan secara turun-temurun menunjukkan bahwa pelestarian kuliner tradisional tidak hanya bergantung pada nilai sejarahnya, tetapi juga pada komitmen generasi penerus untuk terus memproduksi, memperkenalkan, dan menjaga cita rasa khas yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Madura selama puluhan tahun.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *


